Langsung ke konten utama

Masalah Siswa Dalam Pembelajaran


Selamat pagi hadirin yang saya hormati dan saya kasihi,
Pertama - tama mari kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, karna dengan rahmatnya kita bisa berkumpul di tempat ini.
Selamat pagi Bpk Agus yang saya hormati.
Izinkan saya terlebih dahulu untuk memeperkenalkan diri, nama saya Margareth Ritonga. Saya diberi kesempatan untuk berpidato yang bertemakan “Intropeksi Diri” dengan tema ini, saya akan membawakan pidato yang berjudulkan “Masalah Dalam Belajar ” dengan pengalaman saya sendiri.

Hadirin yang saya hormati,
Sebanarnya judul ini disarankan oleh Ayah saya, Saya sering bertanya kepada beliau tentang apa yang tidak saya pahami. Beliau adalah sosok yang mengajarkan saya sehingga saya bisa berbicara di depan para hadirin ini. Dan ketika saya bertanya kepada beliau “ Ayah, bagaimana cara berpidato dengan baik dengan benar? Saya mendapatkan tugas dari guru bahasa Indonesia untuk berpidato”. Dan beliau menanyakan kembali apa yang saya tanyakan. “Sebelum Margareth membuat pidato, apa pengertian dari pidato itu sendiri?” Dan saya menjawab kembali “ Pidato merupakan usaha untuk berbicara di depan umum” dan beliau bertanya kembali “ lalu apa bedanya dengan Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah ? apa bedanya Ustad yang berceramah kepada jemaatnya?  Dan saya tanyakan ini kepada para hadirin sekalian “Apa bedanya Berceramah, Khotbah dan berpidato ?

Hadirin sekalian,
Seperti permasalahan itulah yang ada di para siswa, mereka bertanya, tetapi mereka tidak tahu apa yang mereka tanyakan, betul bukan?  Dan apa faktor apalagi dari siswa yang bermasalah dalam belajar ?
1) Tujuan
Sering kali kita belajar, tiap hari datang ke sekolah untuk ?
Katanya sih untuk menimba ilmu,
Tetapi, apakah benar ?
Sebagian besar siswa datang ke sekolah hanya untuk bertemu dengan temannya, main bareng, di marahin bareng.
Dan mungkin hanya satu-satunya jalan untuk bertemu dengan doinya . Apalagi remaja seusia kita, Usia remaja seperti kita ini memang usia mencari jati diri. Banyak sekali tantangan yang akan kita hadapi.
2) Teman
Dan untuk masalah yang kedua ini, kita pasti pernah mengalaminya. Jika kita mempunyai masalah dengan teman, apalagi teman yang sekelas dengan kita, sepertinya belajar tidak akan nyaman. Dan rasanya apapun yang dilakukan oleh teman kita, kita merasa risih dengan itu.
Dan saya sering kali melihat banyak sekali siswa yang berteman Karena fisik, apa keuntungannya bagi anda dengan melihat tampilan seseorang ? Apa dengan tampilan seseorang itu akan  terlihat sempurna dimata orang lain? Dengan apalagi? Harta ? harta tidak akan dibawa mati ko, silahkan sombongkan apa yang anda punya, Hebat sekali anda menilai seseorang sepeti itu.Hal itu yang menyebabkan pengelompokan dalam kelas, bahkan ada yang sampai tidak punya teman karena merasa dirinya tidak pantas untuk berada di antara mereka.
3) Malu bertanya 
Masalah yang ketiga ini, adalah masalah yang ada pada siswa. Ketika guru datang dan menjelaaskan di kelas, sebagian siswa akan mengangguk karna mengerti dengan perkataan guru itu. Tetapi, bagaimana dengan siswa yang tidak bisa menangkap dengan cepat ? Kadang guru hanya terfokus dengan siswa yang mengerti menganggukan kepalanya. Sedangkan siswa ini hanya diam dan berusaha untuk mengerti apa yang dikatakan oleh gurunya. Dan parahnya lagi, ketika tidak mengerti cenderung mereka tidak bertanya. Ada alasan mengapa siswa tersebut tdak memberikan pertanyaan
Siswa tersebut mengerti
Siswa tersebut merasa pertanyaan dia adalah pertanyaan yang tidak penting
Siswa malu bertanya karna takut diejek teman temannya.
Siswa takut kepada guru
Lalu siapa yang salah ?
4) Keluarga 
Didalam keluarga, pasti ada suka dukanya, ada masalah, pasti ada kebahagiaan di dalamnya. Apa yang di butuhkan oleh seorang belajar ? apakah mereka hanya mebutuhkan guru untuk menjelaskan pelajarannya dan memberi didikan moral? Tentu tidak.Percayalah, seorang siswa akan berhasil dan sukses Karena support dari keluarganya sendiri. Jika keluarga tersebut hanya membanding-bandingkan prestasi anak dengan orang lain, tidak ada kata “semangat nak, kamu pasti bisa!”, dan tanpa ada ajaran dari orang tua, apakah anak tersebut bisa sukses? Yang ada anak tersebut ketika sedang dalam keadaan jatuh, akan semakin jatuh !

Masih banyak lagi faktor siswa bermasalah dalam belajar, tetapi dari keempat faktor tersebut apa yang harus dilakukan? Mari kita sama-sama untuk mengintrospeksi diri. Belajar mengenal diri lebih dalam lagi. Memahami apa kelebihan dan kekurangan yang kita punya. Dan yang paling penting, memperhatikan orang yang ada disekitar kita. Peduli dengan mereka, membantu mereka, bukannya menjatuhkan mereka lebih dalam lagi.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi saudara sekalian dan bisa membuat kita lebih memperhatikian orang yang berada disekitar kita. Akhir kata, mohon maaf  bila ada kesalahan kata atau perkataan yang kurang berkenan. Sekian dan terimakasih !








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Hasil Observasi Kantin

Tempat  :  Kantin SMAK PENABUR TANGERANG  Waktu   :  11.32 WIB  Anggota :  - Hensel     (X IPS 1 / 08)                 - Jordy       (X IPS 1 / 13)                - Margareth (X IPS 1 / 19)  DAFTAR ISI              Kata Pengantar              Daftar Isi              Bab 1 Pendahuluan                   1.1)     Latar Belakang                   1.2)     Rumusan Masalah                   1.3)     Tujuan                   1.4)     Manfaat ...

Ulasan Teks Editorial

Definisi :  Padangan redaksi terhadap suatu peristiwa atau berita aktual yang menjadi sorotan, fenomenal hingga kontroversial yang dapat menimbulkan pandangan atau opini dan perbedaan pendapat  Fungsi :  Menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat. Terkadang ada analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan resiko yang bisa terjadi. Bahan untuk menggali informasi suatu peristiwa.  Manfaat :  Memberikan informasi dan wawasa mengenai isu yang sedang hangat diperbincangkan.  Meningkatkan kemampuan untuk berpikir dan memberikan argumen. Ciri - ciri :  Berisikan tentang opini atau pandangan penulis terhadap suatu isu.  Disusun secara konsisten, menarik, akurat dan logis. Hal ini digunakan agar menarik minat pembacanya.  Diakhiri dengan memberikan nilai moral kepada pembacanya.  Struktur Teks Editorial Pernyataan pendapat (tesis) Berisikan opini penulis dan diperkuat oleh berbagai macam teori.  Argum...

Ulasan Teks Negosiasi

Negosiasi merupakan penawaran dengan cara baik yang berasalkan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh pihak yang berbeda tujuan dan kepentingan dengan seperti itu, negosiasi akan membuat kedua belah pihak terhindar dari pertikaian. A. Menganalisis Isi, Struktur, dan Kebahasaan Teks Negosiasi       1. Menentukan Struktur Teks Negosiasi                     Orientasi           Pada bagian ini terjadi di dalam pembukaan obrolan. Mulai dari ucapan, kemudian menjelaskan apa yang hendak diperbincangkan.           Contoh : Pengusaha: “Selamat siang” Pihak bank: “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” Pengusaha: “Iya, saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit” Pihak bank: “Baik, mari saya antar menuju kepala bagian kredit”         Permintaan          Pada bagian ini antara kedua belah piha...